Metode Sunat Klamp

Lorem ipsum dolor

Sunat tak lagi jadi pengalaman mengerikan berkat adanya metode yang lebih amanini. Jika dulu kita sangat familier dengan metode sunat dengan jahitan, kini ada teknik sirkumsisi yang tanpa jahitan, yaitu Klamp. Metode Klamp ini sebenarnya punya banyak jenis seperti Gomco, Sunathrone Klamp, Alisklamp, Mahdian Klamp, dan Smart Klamp. Di Indonesia sendiri, metode Smart Klamp dan Alisklamp paling banyak digunakan dokter sunat yang biasa menangani sirkumsisi. Sunat Klamp diklaim sebagai metode paling aman karena minim perdarahan dan tidak memerlukan jahitan. Prosesnya pun relatif cepat dibandingkan metode sunat konvensional dan kauter. Salah satu faktor yang membuat sunat Klamp banyak digemari adalah prosesnya yang relatif singkat. Biasanya, dokter hanya membutuhkan waktu 3-5 menit untuk melakukan sirkumsisi, berbeda dengan teknik sunat konvensional yang dapat memakan waktu hingga 30 menit. Selain prosesnya singkat, lama penyembuhan pasca sunat pun bisa lebih singkat, lho. Berbeda dari teknik konvensional, Smart Klamp tidak membutuhkan jahitan. Meski demikian, risiko perdarahannya jauh lebih rendah. • Tidak Perlu Diperban Teknik sunat dengan sistem Klamp ini merupakan salah satu teknik khitan yang tidak menggunakan perban. Jadi dengan teknik ini sangat cocok bagi anak-anak yang masih mengompol terutama bagi anak anak dan bayi. • Boleh Mandi Dengan teknik klamp, bekas luka di kulit-kulit kulup sudah terlindungi dengan jepitan klampnya, jadi sangat aman meski kena basah. Anak-anak yang habis dikhitan bias bebas melakukan aktifitas mandi bahkan berenang selama alat Klamp terpasang.